Al-Huda 2014: Kunjungan Linguabase BEM FBS UNNES ke UKMF KM Al Huda FBS UNY

AL-UKHUWAH-Sabtu, 17 Mei 2014Pukul 11.00 WIB UKMF KM Al-Huda FBS UNY mendapatkan kunjungan dari LINGUA BASE FBS UNNES (Rohis FBS Universitas Negeri Semarang)  di Aula PKM lt.2 FBS UNY. Kunjungan ini bertujuan merekatkan ukhuwah dan bertukar informasi terkait masing-masing program SKI di Fakultas Bahasa dan Seni di dua universitas yang berbeda.

Di pagi hari menjelang siang yang mendung namun tak hujan ini, Rohis FBS UNNES (LINGUA BASE FBS UNNES) masih bersemangat mengunjungi Rohisnya FBS Al-Huda. Setelah acara dibuka, lebih dari 50 pasang mata tertuju ikut menghayati puisi ‘Kepada Tuan Teroris’ yang dibawakan oleh Muhammad Ardia Rafiq Alghozali, Kepala Bidang Seni Budaya dan Kreativitas dari UKMF KM Al-Huda..

Gambar

Sebagai tahap awal pengenalan dan mempererat ukhuwah, 2 video karya teman-teman Al-Huda diputarkan dan dilanjutkan  perkenalan anggota masing-masing SKI oleh mas’ul masing-masing SKI.

Bisa digambarkan, bentuk dari sebuah struktur organisasi seperti pohon yang mempunyai cabang dan ranting. Di Al-Huda ada 2 cabang, yaitu PI (Pengurus Inti) dan PH (Pengurus Harian). PI yang terdiri Mas’ul-Mas’ulah (Subhan Abrori – Ellyta Ardianisa), sekretaris, bendahara serta jaringan dan PH 5 bidang, yaitu BKP, BMW, BPU, BK, dan BSBK. Adapun Kaderisasi, syiar, dan jaringan ialah visi misi yang memperkokoh tegaknya Al-Huda dan berjargon Generasi Cinta, bermakna cinta karena Allah-lah yang menyatukan kita untuk berdakwah..

Gambar

Di LINGUA BASE  ada Mas’ul, Nabil An Nafis sebagai koordinator dari para ihwan dan sekretaris (Desi Aminatu Zuriah) sebagai koordinator para ahwat sholehah. LINGUA BASE bercabangkan 5 departemen, yaitu Kaderisasi, Syiar, Mu’amalah, Pembinaan, dan Annisa. Ada dua departemen yang dibagi menjadi beberapa divisi. Dalam departemen pembinaan ada dua divisi, yaitu divisi academik dan divisi kajian. Di departemen syiar ada divisi humas dan media. Dan di masing-masing jurusan terdapat rohis jurusan.

Acara berlangsung selama 4 jam ini tidak menyurutkan semangat keluarga dakwah untuk saling berbagi cerita dan pengalaman mereka ke keluarga generasi cinta Al-Huda, hingga di ujung acara pemberian kenang-kenangan yang disambut tepuk tangan dan canda tawa lalu di tutup dengan do’a.

Adapun sepatah duapatah pengalaman serta kesan dan pesan dari sahabat LINGUA BASE. “Pertama kalinya ke UNY. Permasalahan umum LDK di Fakultas Budaya ialah perlunya mengemas dakwah dengan kreatif dan terus menciptakan hal-hal baru agar lebih udah diterima. Dan disini kami belajar banyak hal, mengenai metode dan pembinaan kader, serta ingin belajar berpatisipasi aktif dalam kegiatan kampus seperti ospek. Kami juga terkesan dengan militansi para kader Al Huda. Dan pesan untuk sahabat Al-Huda ialah teruslah berkarya, berinovasi, jangan takut mencoba, dan jangan putus untuk mengajak setiap orang menuju kebaikan. Kejahatan bukan hanya karena banyak orang jahat, tetapi karena banyak orang baik yang diam.” (Nabil An Nafis, Mas’ul LINGUA BASE UNNES, Seni Rupa-Desain Komunikasi Visual). “Luar biasa, pertama kali mengikuti studibanding. Semoga LINGUA BASE dan Al-Huda mampu memberikan kesan yang mendalam hingga menjalin ukhuwah yang hangat antara UNNES dan UNY.” (Ika Uswah Miladiyah, Pendidikan bahasa inggris, Departemen Syiar, Divisi HuMed).

Gambar

Al-Huda 2014: BSBK, Dialog Kebudayaan dalam perspektif Islam

Jumat, 9 Mei 2014 puku 14.00 WIB bertempat di gedung Cine Club FBS dipadati oleh para mahasiswa FBS dalam rangka untuk mengikuti acara Dialog Kebudayaan Dalam Prespektif Islam yang merupakan bagian dari serangkaian acara Open House Al-Huda 2014 yang di selenggarakan oleh bidang Seni Budaya dan Kreatifitas Al-Huda.  Hal yang melatarbelakangi acara dialog budaya ini adalah agar peserta menambah pengetahuan mengenai bagaimana  seorang muslim mampu mengemas seni budaya secara Syari.

Acara diawali dengan penamipan dari BSBK Management yang membawakan dua buah lagu dengan tema islami, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah dalam tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa jawa dan bahasa Sunda. Dalam Sambutannya saudara subhan Abrori menyampaikan bahwa seorang muslim juga diperbolehkan untuk berkarya asalkan mentaati aturan-aturan yang telah berlaku.

Pembicara pada agenda sore hari ini pun sudah tidak diragukan lagi akan prestasi dan kemampuannya dalam hal seni budaya, yaitu Ust. Kuncoro, seorang ustad yang kerap bergelut dalam hal seni budaya dan Suwardi, M.hum, seorang dosen bahasa Jawa di Fakultas Bahasa dan Seni.

Saudara Andreas Agil selaku moderator menyampaikan sedikit pemantik bahwa   kebanyakan orang menyebut budaya itu memiliki dua mata sisi yaitu sisi baik dan buruk padahal budaya terlahir karena manusia memiliki akal pikiran, jadi segala hal  yang tidak dilakukan dengan akal pikiran bukanlah budaya. Budaya sendiri haruslah memenuhi tiga unsur yaitu logika, etika dan estetika. Dengan ini jelaslah bahwa tidak ada yang namanya budaya buruk. Budaya korupsi tidaklah ada karena tidak memenuhi tiga unsur budaya yaitu logika, etika dan estetika.

Acara harus terhenti untuk melaksanakan sholat ashar. Setelah melaksanakan sholat ashar peserta dihibur kembali dengan penampilan dari BSBK Management yang menampilkan pementasan musik keroncong dengan lagu bengawan solo dan keroncong bandar Jakarta.

Pembicara pertama Ust. Kuncoro menyampaikan bahwa Kebanyakan orang selelu berpikir bahwa seni itu akan selalu berebenturan dengan syariat agama padahal Al-Quran yang merupakan pedoman hidup umat muslim sangat dekat dengan seni, karena sebagian besar dari isi Al-Quran adalah kisah-kisah. Jadi jika ada seni sastra maka sebenarnya tinggallah memindahkan apa yang ada dalam Al-Quran. Berkesenian adalah cara menyampaikan pesan dengan cara yang lebih halus.

Pembicara kedua yaitu bapak suhardi menyampaikan bahwa Jika syari adalah masalah etika dan seni masalah estetika, beliau juga menyampaikan bahwa agama juga membutuhkan seni, misalkan pada kumandang Azan. Yang menjadi masalah dalam kesenian adalah jika suatu seni telah mengundang maksiat.

Masuk ke sesi tanya jawab salah satu peserta bernama Dedi menanyakan tentang bagaimana menyikapi hal-hal kesenian yang mengundang hawa nafsu?

Ust. Kuncoro menjawab secara manusiawi memang perempuan diciptakan dengan menarik. Itulah sebabnya dalam islam diajarkan ghodul bashor atau menundukan pandangan dan Jika itu melihat sekilas (tanpa disengaja) ada pemakluman.

Arif yang merupakan mahasiswa seni musik juga menanyakan mengenai bagaimana berdakwah melalui musik dan bagaimana jika dalam bermusik kita belajar aransemen-aransemen dari musik barat, sementara kebanyakan dari mereka bukanlah seorang muslim.

Ust. Kuncoro menjawab bahwa berdakwah adalah tugas semua umat islam dan kemudian jika seorang pemusik meniru sebagian dari musik-musik orang luar yang bukan seorang muslim tidaklah mengapa asalkan konten yang disampaikan adalah suatu kebaikan dan kebenaran sesuai islam. Hal itu semua tergantung pada siapa yang menggunakan dan bagaiamana cara menggunakannnya. Niat yang baik, dan nisi yang baik. Masud diturunkannya syariah yaitu menjaga akal, menjaga nasab, menjaga harta, menjaga kehormatan.

Monica selaku mahasiswa seni kerajinan menanyakan tentang bagaimana definisi budaya secara islam dan budaya secara umum.

Bapak Suwardi menjawab bahwa Kebudayaan adalah semua hasil karya dan proses kebudayaan kita.Hal yang dikhawatirkan adalah ketika kita sudah merekayasa (melakukan pembenaran) syariat untuk melegalkan seni.

Antusias para peserta di acara ini dibuktikan dengan timbulnya pertanyaan-pertanyaan kritis dari para peserta seperti yang dapat kita baca diatas. Namun karena waktu telah menunjukan pukul 17.20 maka berakhirlah acara Dialog kebudayaan dalam perspektif islam ini. Sudah tentu masih banyak hal-hal yang ingin ditanyakan dan waktu yang disediakanpun jelas tidak akan mencukupi untuk membahas tema yang menarik ini. Namun hal ini pasti justru akan membuat para peserta lebih bersemangat untuk menggali ilmu mengenai berkesenian dalam perspektif islam.

Al-Huda 2014: Open House BMW, Bedah Buku Indonesia Mengajar

            Selasa (30/4), pukul 16.00 WIB, Pendopo Tejokusuma lagi-lagi dipadati oleh mahasiswa FBS dalam rangka memeriahkan acara kedua dari serangkaian Open House Al Huda 2014 yang diselenggarakan oleh Bidang Media dan Wacana Al Huda, yaitu Bedah Buku yang mengangkat tema “mengilhami kisah para pengajar muda di ujung negeri”.

            Sesuai dari tema yang diangkat pada sore ini, buku yang dikupas berjudul “Indonesia mengajar”. Buku karya pendidik-pendidik dari program Indonesia Mengajar yang digagas oleh seorang tokoh politik yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, Anies Baswedan, ini sesuai dengan judulnya, yaitu membahas keadaan pendidikan di Indonesia dewasa ini. Hal yang melatar belakangi diangkatnya buku “Indonesia Mengajar” dalam acara bedah buku ini adalah selain dalam rangka memperingati hari pendidikan pada tanggal 2 Mei kelak, juga dikarenakan para pendidik di Indonesia akhir-akhir mulai menurun kualitasya.Image

            Pembicara pada agenda sore hari ini pun sudah tidak asing lagi akan prestasi dan kemampuan akademiknya, yaitu Mifta Damai R, S.sos, mahasiswa lulusan terbaik se-UNY 2013, dan Ustadz yang sudah tidak diragukan lagi kemampuan akademik dan organisasinya, yaitu Ustadz Triyanto Puspito Nugroho, S. Pd, ketua BEM FIS tahun 2007. Acara yang dipandu oleh Mutiara Laillia C.N ini diawali oleh Mifta Damai yang menjelaskan mengenai kesannya setelah membaca buku “Indonesia Mengajar”.

Menurut Mbak Mifta, buku ini sangat menarik dan membuat para pembaca sadar bahwa masih banyak para pelajar yang membutuhkan pendidikan yang lebih layak lagi, terutama di daerah-daerah terpencil. Seperti yang sudah diceritakan oleh Anies Baswedan dalam cerita yang berjudul “Kelas Ajaib”. Di cerita ini beliau menceritakan bahwa terdapat sebuah kelompok atau kelas yang di dalamnya tidak seperti anak-anak normal lainnya. Mbak Mifta juga menambahkan, buku ini mampu menambah motivasi para pendidik untuk berkeinginan berbagi ilmunya trhadap para anak-anak di daerah terpencil, dan memberikan motivasi tersendiri bagi para mahasiswa untuk mengikuti program SM3T. Harapan dari Mbak Mifta untuk para pembaca adalah setelah membaca buku “Indonesia Mengajar” timbul keinginan untuk mengabdikan dirinya di daerah terpencil untuk membangkitkan kembali para pemimpi-pemimpi.

Image

            Pembicara kedua, yaitu Ustadz Mekel pun menjelaskan kesannya setelah membaca buku “Indonesia Mengajar”. Ustazd Mekel salut terhadap buku ini karena menurutnya buku “Indonesia Mengajar” adalah salah satu bentuk apresiasi positif sebagai dokumentasi sejarah terhadap dunia kependidikan. Ustadz Mekel pun menambahkan sedikit kritikan, menurutnya di dalam buku hanya menjelaskan apa yang para pengajar dapatkan di saat mengajar di daerah terpencil dan tidak menjelaskan apa yang sudah diberikan untuk para pelajar. Buku ini sesuai dengan probelematika yang kebanyakan dipikirkan oleh para pemuda, yaitu cinta dan profesi. Buku ini membuat para pemuda memikirkan profesi tidak hanya melihat seberapa gaji yang akan diterima, namun juga apa yang dapat dia berikan. Bukan hanya materi yang diberikan di saat mereka mengajar di daerah terpencil, namun juga memberikan tenaga, waktu dan inspirasi.

Image

Inspirasi inilah yang sangat penting dimiliki oleh anak-anak. Sesuai dengan kata Anies Baswedan di dalam bukunya tersebut, bahwa satu tahun mengajar seumur hidup menginspirasi, karena memang lewat inspirasilah anak-anak mampu berkembang dan berani bermimpi. Karena memang semua berawal dari harapan, Ustadz Mekel menjelaskan contoh konkretnya yaitu seperti slogan Obama saat dia akan mencalonkan menjadi presiden Amerik, yaitu “Change, yes we can”. Lewat harapan yang diberikan oleh Obama kepada masyarakat, dia mampu memenangkan menjadi presiden Amerika. Di akhir penjelasannya, Ustazd Mekel mengatakan bahwa buku yang baik bukan buku yang isinya yang dipenuhi fakta dan argumen yang kuat, namun buku yang baik adalah buku yang walaupun isinya salah namun mampu mengispirasi dan memberikan perubahan pembacanya menjadi lebih baik lagi.

Dan ketika mereka memberikan closing statement mereka berpesan :
Mbak Mifta : jadilah seperti lampu jalan, walaupun cahaya yang dihasilkan tidak seterang bulan, namun cahaya lampu jalan tetap dibutuhkan.

Ustadz Mekel : lakukanlah sesuatu dari yang dekat-dekat dahulu. Dan orang-orang yang mampu menginspirasi adalah orang yang sudah selesai dengan urusannya sendiri.

 (Aini/RA)

Al-Huda 2014: Open House BPU, Pendidikanku untuk Masa Depanku

DSCF2282

          Selasa (29/4) pukul 15.45 pendopo Tejokusumo ramai. Sore itu Bidang Pelayanan Umat dari Al huda melaksanakan Warung Hati dalam rangka Open House Al huda 2014. Seperti yang dijelaskan oleh ketua Panitia Open House, Muhammat Fandi, dalam sambutannya di awal acara Warung Hati ini bahwa acara Open House bertujuan untuk memperkenalkan Al Huda sebagai UKMF kepada masyarakat FBS dan UNY. Warung Hati yang bertema “pendidikan Untuk Masa Depanku” ini adalah agenda perdana dari Al Huda dalam serangkaian acara Open House. Selain dalam rangka mengisi agenda Open House yang  bertema “Muslim Budayawan Berprestasi Tiada Henti”, tema yang diangkat Warung Hati kali ini juga berhubungan dengan hari pendidikan yang jatuh pada tanggal 2 Mei besok. Pembicara yang mengisi agenda Warung Hati ini adalah Ustadz yang sudah tidak asing lagi tidak diragukan lagi ilmunya yaitu Ustadz Nizam Zulfikar dan juga seorang tokoh penting di FBS yang terkenal dengan prestasi akademik dan organisasinya, yaitu Ketua BEM FBS 2014, Rony K. Pratama.

                 Musikalisasi drama singkat yang dipersembahkan oleh BSBK management menambah meriah acara pada sore itu. Dalam musikalisasi drama tersebut menyiratkan sebuah pesan tentang alam semesta yang kini tak lagi bersahabat. Diawali pembukaan moderator dengan membacakan CV dari kedua pembicara. Meneroka Ilmu dari Lelah hingga Lillah, nahh loo apaan tuhh? Ini nih yang disampaikan oleh pembicara pertama pada sore hari itu. Hal tersebut disampaikan oleh Rony K. Pratama mengenai manusia muslim tidak perlu menjadi orang asing, yang terpenting itu manusia muslim tidak melakukan diskriminasi social dan tetap melakukan komunikasi terhadap orang sekitar. Sebenarnya hal tersebut sudah jauh ama disampaikan oleh Rasulullah pada piagam yang isinya mengenai perbedaan umat.

                Beranjak ke pembicara yang ke-2, Ustadz Nizam Zulfikar mulai menjelaskan tema sore itu. Ketika manusia meninggal pahala yang masih mengalir ada 3 yakni, ilmu yang bermanfaat, doa anak soleh, dan amal jariyah. Seperti visi yang diungkapkan oleh Rasulullah yaitu tuntutlah ilmu dari engkau lahir hingga akhirnya engkau di liang lahat. Dan rasulullah dapat mengubah masa jahilliyah melalui pendidikan. Hanya dalam 23 tahun, Rasulullah mengubah peradaban manusia pada zaman itu 180 derajat. Ustadz Nizam pun menegaskan bahwa manusia mencari pendidikan seharusnya memang untuk tujuan dunia dan akhirat, karena dalam hadist pun sudah dijelaskan bahwa ketika kita menginginkan dunia dan akhirat, keduanya haruslah menggunakan ilmu.

                Mencari ilmu pun tidak memandang umur, karena rasulullah sendiri saat masih berumur 12 tahun sudah mendapatkan pembelajaran yang sangat tinggi, yaitu melakukan perdagangan internasional. Dan karena sejak kecil rasulullah sudah belajar berdangan dengan jujur, maka saat melamar Khadijah pun beliau mampu memberikan mahar yang sangat banyak. Maka dari itu, selalu yakinlah bahwa kita sebagai seorang muslim mampu menjadi orang hebat ketika dalam proses belajar kita meniatkan hanya untuk Allah dan akhirat, maka hasil dari proses belajar pun akan diridhoi oleh Allah.

                Antusias para peserta di acara ini dibuktikan dengan timbulnya pertanyaan-pertanyaan kritis dari para peserta. Pertanyaan pertama yang disampaikan oleh Huriah Raidah (PBSI 2013) berkaitan dengan kalimat “Allah akan mengangkat derajat hamba-Nya bukan dari ilmunya melainkan dari akhlaknya”. namun pertanyaan tersebut dijawab oleh kedua pembiacara bahwa Allah akan mengangkat derajat hamba-Nya dari ilmu dan akhlaknya. karena Akhlak yang baik berasal dari ilmu yang dimiliki. sedangkan pertanyaan yang kedua disampaikan oleh Yudi (Pendidikan Seni Musik) yang menyangkut dengan bagaimana sebenarnya pandangan islam terhadap hukum poligami.

                Adzan maghrib yang berkumandang menandakan selesainya acara Warung Hati pada sore hari ini. Materi yang disampaikan memang menarik dan menambah wawasan para peserta, namun ada beberapa peserta yang hendak bertanya tidak sempat mengajukan pertanyaannya dikarenakan waktu yang memang tidak mencukupi, namun tidak mengapa karena mereka pasti akan tetap terus untuk menimba ilmu hingga akhir hayatnya kelak.

Al-Huda 2014: Rapat Kerja Al-Huda 2014

RAPAT KERJA UKMF AL HUDA 2014

“GENERASI CINTA”

FAKULTAS BAHASA DAN SENI- UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

 ImageMinggu (23/3/2014) Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Keluarga Muslim Al- huda menyelenggarakan sebuah kegiatan penting yang biasa di lakukan oleh sutau organisasi, yakni Rapat Kerja. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Cine Club FBS UNY. Acara dimulai sekitar pukul 08.30 pagi ini di bawakan oleh 2 MC (Master of ceremony) dari pengurus baru Al-huda 2014 yakni Heri Setiawan & Endang.

Dengan suasana serius namun santai acara ini berlangsung cukup meriah dengan rentetetan acara mulai dari pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci Al-quran yang juga diterjemahkan kedalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Setelah itu giliran Mas’ul Alhuda 2014 Subkan abrori memberikan sambutan yang juga dalam sambutan tersebut beliau sedikit memberikan tausyah, terutama masalah Ruhaniyah yang sekaligus sebagai penyemangat untuk para jajaran kepengurusan Al Huda di periode ini. Dilanjutkan dengan agenda intinya yakni presentasi program kerja mulai dari program kerja Mas’ul, sekretaris, bendahara, bidang-bidang Al-huda dan ditutup dengan do’a ini memakan waktu setidaknya 8 jam dan bidang yang ada di Al-huda yakni BPU (bidang pelayanan umat), BKP (bidang kaderisasi dan pembinaan), BMW (bidang media dan wacana), BSBK (bidang seni budaya dan kreativitas) dan BK (bidang kemuslimahan). Berbagai rentetan program kerja menarik dipresentasikan oleh masing-masing kepala bidang. seperti halnya proker proker yang dicanangkan oleh mas’ul dan mas’ulah Al-huda diantaranya adalah Program dimana seluruh pengurus baik ikhwan maupun akhwat diwajibkan untuk menghafal hadist serta kewajiban untuk mengikuti kajian serta bisa menyampaikan kultum setiap minggunya. Hal ini bermaksud agar para pengurus tidak hanya disibukan dengan tugas-tugas kebidangan mereka, tetapi juga diharapkan kebutuhan-kebutuhan ilmu keagamaannya tetap bisa terpenuhi.

Selain proker dari Mas’ul dan mas’ulah, adapula proker-proker dari setiap bidang yang tidak kalah menarik. Ada Bidang kaderisasi dan pembinaan yang sebagai akar dari organisasi ini yang memperkokoh ikatan keluarga ini. Beberapa program kerja yang dicanangkan masih sama dengan periode kepengurusan sebelumnya seperti ICE CREAM, SIMAMORU dan sebuah program penyambutan pengurus baru Al-huda yaitu WELCOME HOME. Ada juga Bidang media dan wacana (BMW) dengan program kerjanya yang terkait dengan media, junalistik atau kepenulisan baik yang masih bertujuan memaksimalkan proker yang telah ada sebelumnya maupun beberapa proker yang bisa dibilang baru dari hasil musyawarah semua staff BMW. BPU (Bidang pelayanan umat) dengan program kajian rutin warung hati tetap konsisten dengan agenda memfasilitasi masyarakat FBS untuk memperoleh ilmu keagamaan dengan kegiatan tersebut. BK (bidang kemuslimahan) juga memiliki program kerja- program kerja yang cukup menarik yang diujukan untuk akhwat-akhwat di Al-huda khusunya dan di Fakulas bahasa dan seni pada umumnya. Dan yang satu ini tentu sebagai bidang yang berkecimbing di dunia seni dan budaya pasti memiliki program-program yang sangat menarik salah satu diantaranya adalah BSBK management, sebuah program management dari BSBK (bidang seni budaya dan kreativitas) yang menampung dan menyalurkan bakat dan minat yang dimiliki pengurus-pengurus Al-huda dibidang seni seperti musik, teater, sastra dan seni lukis. Selain BSBK management bidang yang satu ini juga masih memiliki proker-proker Attractive lainya.

Namun dari semua rentetan program-program yang dicanangkan oleh bidang-bidang tadi tak sedikit menuai pro dan kontra dari peserta rapat kerja khusunya dari MPO yang memberi kritik/saran kepada bidang-bidang untuk lebih mengkaji program kerjanya lebih dalam. Semua kritikan serta saran yang di lontarkan dari siapapun tak lain demi kebaikan dan kemajuan Al-huda itu sendiri. Di penghujung acara Mas’ul Alhuda 2014 memimpin do’a sebagai penutup acara Rapat kerja tersebut. Dalam do’a yang dipanjatkan oleh beliau berisi tentang memohon Ridho Allah Swt untuk kepengurusan Al-huda 2014, tak lupa beliau juga memanjatkan harapan-harapannya agar semua dapat berjalan dengan baik. Setelah acara Rapat Kerja resmi ditutup semua pengurus Al-huda yang hadir melakukan sesi foto bersama.

Dengan mengusung TagLine “Generasi Cinta” Al-huda 2014 diharapkan akan selalu terjaganya tali persaudaraan dalam keluarga ini, saling menyayangi sebagai keluarga, dan menjadi keluarga yang penuh cinta.

Al-huda 2014………………..Generasi cinta……………… Allahuakbar………………..:’)

 

Ditulis oleh: Di*i dan Ai*i (staff BMW)

SEmangKA… semangat karena Allah

Al-Huda 2013: Pengumuman Lomba Kisah Inspiratif

INILAH JUARA LOMBA MENULIS KISAH INSPIRATIF
UKMF KM AL-HUDA 2013

JUARA I : Achmad Oky Surya
Judul Naskah : Pahlawan Protein Negeriku
JUARA II : Evi Widyastuti
Judul Naskah : Melukis Asa
JUARA III : Zakiyah
Judul Naskah : Belajar Itu Untuk Siapa Saja!

SELAMAT KEPADA PEMENANG
SEMOGA BISA MENJADI MOTIVASI UNTUK TERUS BERKARYA LEBIH BAIK

Untuk peserta yang belum menjadi juara, PANTANG MENYERAH
masih banyak kesempatan lain yang mungkin bisa menjadi rezekinya,,, amiiin

SEMANGAT

Pengumuman